Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menumbuhkan Karakter Anti Korupsi

Nidhaul Khusna

Abstract


Penelitian ini membahas peran guru Pendidikan Agama Islam dalam menumbuhkan karakter anti korupsi dari siswa SMKN 1 Salatiga pada tahun akademik 2014/2015. Hal ini difokuskan pada: 1) bagaimana nilai-nilai pendidikan anti-korupsi dari siswa; 2) apa peran guru Pendidikan Agama Islam dalam membina dan menumbuhkan karakter anti-korupsi pada peserta didik; dan 3) faktor-faktor yang mendukung karakter dan hambatan dalam membina anti-korupsi kepada peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kurikulum anti-korupsi sudah masuk dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam. Peran guru Pendidikan Agama Islam bersama dengan guru lain seperti menginformasikan, memberikan saran, dan arahan. Guru PAI menumbuhkan karakter anti-korupsi dengan melatih salat lima waktu, menghargai kejujuran, menggunakan metode untuk melatih anti-korupsi, melatih peserta didik bertanggung jawab, disiplin waktu, belajar di luar kelas dan memberi sanksi. Hal yang mendukung karakter anti-korupsi tumbuh di SMKN 1 Salatiga adalah kerjasama dari semua guru, kantin sekolah, ekstrakurikuler, media informasi tentang bahaya korupsi, serta aturan ketat dari lembaga sekolah. Sementara kendalanya adalah sikap acuh tak acuh dari guru, keterbatasan dalam memantau siswa di luar sekolah, latar belakang yang berbeda dari peserta didik dan tidak ada kesepakatan kurikulum.

 

This study discusses the role of Islamic Religious Teachers  in cultivating anti- corruption  character students of SMKN 1 Salatiga in academic year 2014/2015. It is focused on: 1) how is the educational values of anti-corruption of the students; 2) what is the role of Islamic religious teachers in fostering anti-corruption character on the learner; 3) what factors are supporting characters and obstacles in fostering anti-corruption to the learners. This study used a qualitative descriptive approach. The research findings showed that anti-corruption curriculum already included in the Islamic education curriculum. The roles of Islamic teachers together with other teachers such as inform, advice, and give direction as an example. PAI teachers foster anti-corruption character by trains five prayers on time, appreciate honesty, using methods to train anti-corruption, responsible learners trained, time discipline, learning outside the classroom and sanctioning. Supporters of anti-corruption in growing character in SMKN 1 Salatiga is the cooperation of all teachers, school canteens, extracurricular, many media information about the dangers of corruption, strict rules of school institutions. While the obstacles are the indifferent attitude of the teachers, the limitations in monitoring students outside of school, the different background of learners and there is no curriculum agreement.

 

Kata kunci: guru Pendidikan Agama Islam, karakter, korupsi

 


Keywords


guru Pendidikan Agama Islam; karakter; korupsi

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.18326/mdr.v8i2.173-200

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

IAIN Salatiga

Jl. Lingkar Salatiga Km. 2 Pulutan, Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah 50716,
Telp. (0298) 323706 – Fax. (0298) 323433

Technical Support: jurnalmudarrisa@iainsalatiga.ac.id

 

View MUDARRISA Stats

 

 

P-ISSN: 2085-2061

E-ISSN: 2541-3457